Jahannam jualah ujud kehidupan Humazah Lumazah
Yaitu Feodalis-Kapitalis serakah
Kiranya dengan harta bendanya kekuatan bertambah
Sebenarnya tidak demikian tetapi malah mengakibatkan Hutamah
Dan tahukah kamu apa gerangan dengan istilah Hutamah?
Laknat Allah membakar musnah
Setiap hati menghamburkan dendam kesumat
Kehidupan mereka pasti Dillah Maskanah
Sosial Piramid ujudnya pecah belah
Hari-hari terakhir ini Bangsa Indonesia sedang terperanjat dengan Tsunami ekonomi yang melanda Amerika dan dunia pada umumnya, semuanya setiap hari setiap jam setiap menit bahkan setiap detik terus memperhatikan layar monitor yang menunjukkan angka-angka index saham maupun komuditas lainnya yang terus bergerak turun - turun dan terus turun. Akan tetapi nilai rupiah terhadap dolar AS sudah diatas ambang batas toleransi BI. Semuanya panik, tapi Pemerintah yang bijak tidak panik dan terus mengeluarkan himbauan agar rakyat tidak panik. Korban mulai berjatuhan, banyak yang masuk rumah sakit jiwa karena streess, kelapa sawit tidak bisa dipetik karena ongkos lebih mahal ketimbang untung yang dia dapat, Karet juga demikian dan barang-barang export mulai menemui kendala. Sebentar lagi arus Tsunami ekonomi dunia akan melanda Indonesia. Para pakar Ekonomi masih menghibur diri, kita kena imbas hanya sedikit saja dan dalam waktu yang relatip singkat kita akan pulih kembali.
Benarkah prediksi mereka ? Bagaimana kalau justru sebaliknya ? Apa langkah kebijakan yang akan diambil bila ternyata dampak Tsunami ekonomi dunia itu malah berkelanjutan sehingga menurut teori, jika tidak ada lagi jalan halal untuk mendapatkan kehidupan maka akan ditempuh jalan haram alias perang dunia ketiga terjadi ?
Ainaa tazhabuun ? Mau kemana Bangsaku ?
Tidak ada dalam sejarah kemanusiaan sejak Nabi Adam sampai sekarang praktek ekonomi Liberal maupun ekonomi Komunis bisa mensejahterakan manusia, yang ada adalah sebagian manusia akan menjadi penguasa diatas sebagian yang lain menjadi korban keserakahan mereka.
Apakah ada artinya semua teori ekonomi yang mereka pelajari bertahun-tahun jika hanya membangkrutkan negeri ini ? Jika anda masih punya nurani bertanyalah :
Tidakkah mereka memperhatikan dari apa mereka dicipta
Mereka dicipta dari pancaran air yang hina
Mereka bangga sistem riba peradaban megah
Apakah sangkanya bahwa diatas mereka tidak ada sistem yang gagah?
Bukankah kami yang menjadikan kamu dua mata sebagai alat memandang
Dan lidah dengan dua bibir untuk alat percakapan
Dan Kami ajarkan kepadanya satu Ajaran yang berisi dua sudut memandang
Ketika mereka diajak "Marilah hidup merunduk dengan satu ajaran"
mereka enggan dan tidak menghiraukan tetapi terus melakukan olok-olokan
Maka dengan Ajaran yang bagaimana pula selain ini Al-Qur'an kalian manusia itu mau Iman?
Jika telah datang kepastian Allah oleh perbuatan tangan kotor manusia itu, maka jangan bicara atau berharap lepas dari akibat-akibat yang akan menerpa.
Ekonomi Liberal maupun Ekonomi Komunis bukan solusi penyelesaian kemanusiaan di bumi nusantara
Jika kita mau tobat, kembalilah membangun ekonomi dengan sistem zakat, sistem yang telah menghantar sebagian manusia mencapai kebahagiaan di dunia maupun diakhirat, seperti itulah tertuang dalam kitab-kitab terdahulu, andaikan kamu itu tau akan ilmu-NYA.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan
Wassalam,
Hamdjah
Selasa, 28 Oktober 2008
Senin, 04 Agustus 2008
(14) SIAPA TUHANMU ?
Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Buchori & Muslim, bahwa ketika seseorang meninggal dunia, didalam kuburnya datang Malaikat yang akan mengajukan pertanyaan kepadanya : Man Rabbuka? (Siapa Tuhanmu?) Maka diharapkan jawaban bagi seorang Muslim adalah Allahu Rabbii (Allah adalah Tuhanku).
Pertanyaan lebih jauh terutama bagi orang-orang yang non Muslim, adalah : Siapa itu Allah? Karena dalam pelajaran tentang aqedah pada agama Islam, awwal daripada agama ialah mengenal Tuhannya (Awwalud diini ma'rifatullah)
Mari kita bicarakan sekarang saja dan bukan di dalam kubur kita masing-masing, karena pendekatan alam qubur agak sulit untuk meyakinkan kepada para Ilmuan karena sampai hari ini, belum ada orang yang sudah dikubur kemudian bangkit lagi dan menceritakan pengalamannya di kuburan.
Ada tiga pemahaman manusia tentang Allah :
Yang pertama ialah pandangan Ummat Yahudi dan Nasrani, dalam kitab Parjanjian Lama dan Perjanjian Baru disebutkan bahwa setelah Tuhan (Al-lah) menciptakan bumi dan langit dalam waktu 6 hari, maka pada hari ketuju Tuhan bersemayan didalam Syurga.
Jadi pandangan ini adalah Tuhan sekarang adanya di surga disebut juga kerajaan Tuhan.
Yang kedua adalah pandangan Islamisme, bahwa Allah itu ada diatas (sambil menunjuk dengan telunjuknya keatas).
Pandangan ini mewakili sebagian besar ummat Islam, walaupun mereka menyadari ayat Al-Alqur'an yang menyatakan : Apabila hambaku bertanya tentang AKU, maka jawab Sesungguhnya Aku lebih dekat dari urat leher.
Yang ketiga adalah pandangan Wihdatul-wujud, Allah menurut mereka adanya di hati, sehingga orang yang berpandangan demikian karena merasa sudah menyatu dengan Allah, setiap saat bisa berdialog dengan Allah maka mereka tidak lagi Shalat, Shaum dan sebagainya karena merasa setiap saat selalu berdialog dengan Allah.
Dari ketiga pandangan tadi, masih ada memang pandangan lain bagi orang-orang yang sedang mencari untuk memperkuat aqedahnya, tapi karena salah jalan ujung-ujungnya mereka beranggapan bahwa Allah itu adanya di Qa'bah, ada juga yang mengatakan Allah itu ada pada Alif Lam Lam Haa dan seterusnya.
Dari semua yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa itu adalah Allah (Tuhan) menurut pendapat manusia.
Lalu bagaimana dengan Allah menurut Allah sendiri ?
Allah menurut Allah hanya ada dalam Al-Qur'an, yaitu Objektip penjelasannya dan bukan berdasarkan pengalaman tapi berdasarkan satu Ajaran.
Allah itu adalah Arrahmaan,'al-lamal Qur'an, Khalaqal Insaan, 'al-lamahul bayaan dan akan memberikan kepastian menurut pilihan hambanya masing-masing.
Jadi untuk menjawab siapa itu Allah, maka jawaban kita adalah dengan mengajukan ayat satu surat Al-Fatihah sehingga bersifat objektif dan bukan menunjuk-nunjuk keatas seperti ada kampret dipohon mangga lalu kita bilang itu dia (sambil menunjuk dengan telunjuknya (kasian deh luu)
Kesimpulannya adalah jika mendengar atau menyebut kalimat Allah, maka pengertiannya wajib digabungkan dengan kata-kata : dengan ajaran-Nya Al-Qur'an yang isinya Nur dan Dzulumat menurut Sunnah Rasul-Nya.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan
Wassalam,
Hamdjah
Pertanyaan lebih jauh terutama bagi orang-orang yang non Muslim, adalah : Siapa itu Allah? Karena dalam pelajaran tentang aqedah pada agama Islam, awwal daripada agama ialah mengenal Tuhannya (Awwalud diini ma'rifatullah)
Mari kita bicarakan sekarang saja dan bukan di dalam kubur kita masing-masing, karena pendekatan alam qubur agak sulit untuk meyakinkan kepada para Ilmuan karena sampai hari ini, belum ada orang yang sudah dikubur kemudian bangkit lagi dan menceritakan pengalamannya di kuburan.
Ada tiga pemahaman manusia tentang Allah :
Yang pertama ialah pandangan Ummat Yahudi dan Nasrani, dalam kitab Parjanjian Lama dan Perjanjian Baru disebutkan bahwa setelah Tuhan (Al-lah) menciptakan bumi dan langit dalam waktu 6 hari, maka pada hari ketuju Tuhan bersemayan didalam Syurga.
Jadi pandangan ini adalah Tuhan sekarang adanya di surga disebut juga kerajaan Tuhan.
Yang kedua adalah pandangan Islamisme, bahwa Allah itu ada diatas (sambil menunjuk dengan telunjuknya keatas).
Pandangan ini mewakili sebagian besar ummat Islam, walaupun mereka menyadari ayat Al-Alqur'an yang menyatakan : Apabila hambaku bertanya tentang AKU, maka jawab Sesungguhnya Aku lebih dekat dari urat leher.
Yang ketiga adalah pandangan Wihdatul-wujud, Allah menurut mereka adanya di hati, sehingga orang yang berpandangan demikian karena merasa sudah menyatu dengan Allah, setiap saat bisa berdialog dengan Allah maka mereka tidak lagi Shalat, Shaum dan sebagainya karena merasa setiap saat selalu berdialog dengan Allah.
Dari ketiga pandangan tadi, masih ada memang pandangan lain bagi orang-orang yang sedang mencari untuk memperkuat aqedahnya, tapi karena salah jalan ujung-ujungnya mereka beranggapan bahwa Allah itu adanya di Qa'bah, ada juga yang mengatakan Allah itu ada pada Alif Lam Lam Haa dan seterusnya.
Dari semua yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa itu adalah Allah (Tuhan) menurut pendapat manusia.
Lalu bagaimana dengan Allah menurut Allah sendiri ?
Allah menurut Allah hanya ada dalam Al-Qur'an, yaitu Objektip penjelasannya dan bukan berdasarkan pengalaman tapi berdasarkan satu Ajaran.
Allah itu adalah Arrahmaan,'al-lamal Qur'an, Khalaqal Insaan, 'al-lamahul bayaan dan akan memberikan kepastian menurut pilihan hambanya masing-masing.
Jadi untuk menjawab siapa itu Allah, maka jawaban kita adalah dengan mengajukan ayat satu surat Al-Fatihah sehingga bersifat objektif dan bukan menunjuk-nunjuk keatas seperti ada kampret dipohon mangga lalu kita bilang itu dia (sambil menunjuk dengan telunjuknya (kasian deh luu)
Kesimpulannya adalah jika mendengar atau menyebut kalimat Allah, maka pengertiannya wajib digabungkan dengan kata-kata : dengan ajaran-Nya Al-Qur'an yang isinya Nur dan Dzulumat menurut Sunnah Rasul-Nya.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan
Wassalam,
Hamdjah
Kamis, 31 Juli 2008
(13) MENEGGAKKAN SISTEMATIK NUZUL SURAT
Menjadi pertanyaan mendasar, apakah study Al-Qur'an itu dimulai dengan membaca dari Al-Fatihah kemudian Al-Baqarah, Al-Imran dan seterusnya atau dimulai dari Qul-Audzu-birabbinnas, qul-Audzu birabbil-falaq, Qul-Huwallahu-Ahad dan seterusnya ?
Apakah Rasulullah dan para sahabat beliau, pada awal dakwah di Mekah, membaca Al-Qur'an seperti yang kita baca sekarang ini, yaitu dari Al-Fatihah kemudian Al-Baqarah?
Ternyata tidak, karena Al-Baqarah belum diturunkan oleh Allah ketika di Mekah, jika demikian bagaimana cara Nabi Muhammad Studi Al-Qur'an?
Asbabun-Nuzul ternyata hanya sedikit membantu tentang sebab-sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur'an berdasarkan tantangan yang dihadapi Nabi, sehingga situasi seperti itu tidak mungkin akan terjadi sekarang ini persis seperti yang dialami Nabi Muhammad dan para sahabatnya.
Yang masih tertinggal dalam perbendaharaan para ulama adalah susunan turunnya surat-surat, walaupun memang ada sedikit perbedaan antara beberapa surat tapi memadailah jika hal itu kita jadikan sebagai acuan untuk melakukan napak tilas Studi Rasulullah berdasarkan sistematik Nuzul Surat.
Al-Fatihah dianggap surat pertama yang lengkap yang turun kepada Rasulullah, surat Al-'Alaq memang turun pertama kali tapi tidak lengkap hanya 5 ayat, akan tetapi kita letakkan Surat Al-'alaq sebagai yang pertama dalam studi Al-Qur'an menurut Sunnah Rasul-Nya.
Ada 5 surat yang turun diawal dakwah tetapi mempu menggerakkan Pendukung studi Al-Qur'an menjadi sibuk berbuat setiap malam melakukan perintah Rattil/Study Al-Qur'an.
Surat-surat itu adalah :
1. Surat Al-'Alaq
2. Surat Al-Qalam
3. Surat Al-Muzzammil
4. Surat Al-Muddatsir
5. Surat Al-Fatihah.
Ini adalah modal awal dalam rangka memahami isi Al-Qur'an secara keseluruhan.
Menjadi pertanyaan bagi kita umat Islam, sudahkah anda bisa membaca 5 surat tersebut dalam Shalat? Jika belum, mulailah sebelum ajal datang menjemput.
Jika ingin study Al-Qur'an yang benar, maka lakukanlah napak tilas study Rasulullah dengan membaca Al-Qur'an berdasarkan Sistematik Nuzul Surat.
Semoga bermanfaat,mohon maaf bila ada kekurangan
Wassalam
Hamdjah
Apakah Rasulullah dan para sahabat beliau, pada awal dakwah di Mekah, membaca Al-Qur'an seperti yang kita baca sekarang ini, yaitu dari Al-Fatihah kemudian Al-Baqarah?
Ternyata tidak, karena Al-Baqarah belum diturunkan oleh Allah ketika di Mekah, jika demikian bagaimana cara Nabi Muhammad Studi Al-Qur'an?
Asbabun-Nuzul ternyata hanya sedikit membantu tentang sebab-sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur'an berdasarkan tantangan yang dihadapi Nabi, sehingga situasi seperti itu tidak mungkin akan terjadi sekarang ini persis seperti yang dialami Nabi Muhammad dan para sahabatnya.
Yang masih tertinggal dalam perbendaharaan para ulama adalah susunan turunnya surat-surat, walaupun memang ada sedikit perbedaan antara beberapa surat tapi memadailah jika hal itu kita jadikan sebagai acuan untuk melakukan napak tilas Studi Rasulullah berdasarkan sistematik Nuzul Surat.
Al-Fatihah dianggap surat pertama yang lengkap yang turun kepada Rasulullah, surat Al-'Alaq memang turun pertama kali tapi tidak lengkap hanya 5 ayat, akan tetapi kita letakkan Surat Al-'alaq sebagai yang pertama dalam studi Al-Qur'an menurut Sunnah Rasul-Nya.
Ada 5 surat yang turun diawal dakwah tetapi mempu menggerakkan Pendukung studi Al-Qur'an menjadi sibuk berbuat setiap malam melakukan perintah Rattil/Study Al-Qur'an.
Surat-surat itu adalah :
1. Surat Al-'Alaq
2. Surat Al-Qalam
3. Surat Al-Muzzammil
4. Surat Al-Muddatsir
5. Surat Al-Fatihah.
Ini adalah modal awal dalam rangka memahami isi Al-Qur'an secara keseluruhan.
Menjadi pertanyaan bagi kita umat Islam, sudahkah anda bisa membaca 5 surat tersebut dalam Shalat? Jika belum, mulailah sebelum ajal datang menjemput.
Jika ingin study Al-Qur'an yang benar, maka lakukanlah napak tilas study Rasulullah dengan membaca Al-Qur'an berdasarkan Sistematik Nuzul Surat.
Semoga bermanfaat,mohon maaf bila ada kekurangan
Wassalam
Hamdjah
Kamis, 05 Juni 2008
(12) KEADILAN DAN KEMISKINAN BANGSA
Jika kita berbicara tentang keadilan, dari asal kata adil, maka orang akan berpersepsi bahwa keadilan itu artinya sama rata dan tidak berat sebelah. Namun definisi tentang keadilan juga ada yang difahami sebagai keadilan itu harus dilihat kelasnya, contohnya seorang sarjana itu adalah adil jika berpenghasilan lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SMU, dan lulusan SMU harus mendapat hasil lebih tinggi dibandingkan dengan yang lulusan SMP. Seorang anggota DPR adalah wajar mendapat gaji puluhan juta dibandingkan dengan rakyat jelata yang diwakilinya, karena ukuran keadilan yang dipakaipun berwarna pula. Begitulah definisi keadilan diartikan menurut selera manusia, sehingga jika ada orang miskin dinegeri ini, maka kesalahannya ada pada diri orang tersebut, kenapa mau jadi orang miskin, kenapa tidak mau berusaha, itu sudah taqdir dari yang Maha Kuasa.
Lambang keadilan berupa timbangan yang setimbang, ternyata hanyalah menjadi asesoris yang dipajangkan atas nama Tuhan Yang Maha Esa.
Akibat pemahaman keadilan yang tidak sama, maka terjadilah pembenaran terhadap kepincangan kehidupan sosial ekonomi bangsa, ada yang kekayaannya setiap detik bertambah, tapi ada juga penyapu jalan yang harus jatuh sakit dan mati karena kelaparan. Ironis memang, begitulah kenyataan dari isi kemerdekaan yang telah bangsa Indonesia capai selama puluhan tahun.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya adalah : Jikalau anak Adam diberikan kekayaan berupa emas seluas satu gunung maka dia akan meminta gunung emas yang kedua, dan begitu seterusnya jika diberikan dua gunung emas, maka dia akan meminta gunung emas yang ketiga dan seterusnya, dan baru berakhir apabila tanah telah menyumpal mulutnya (mati).
Teladan indah yang telah diberikan oleh Rasulullah dan para sahabatnya adalah koleksi kehidupan kaljasadil wahid yang harus ditiru oleh pemimpin bangsa ini, yaitu malu kepada Allah jika melihat pimpinannya berkecukupan sedangkan rakyatnya menderita, dimana Rasulullah belum bisa tidur apabila masih ada uang ditangan beliau yang belum dibagikan kepada fakir-miskin, dan menurut isteri Nabi yaitu 'Aisyah, bahwa dapur rasulullah kadang-kadang sampai tiga bulan tidak berasap, dan kami hanya makan kurma dan minum susu hasil pemberian para sahabat beliau.
Apakah ada Pemimpin Bangsa Indonesia dimasa yang akan datang yang mau membangun istana di Syurga dan bukan menimbun harta di dunia ini, karena kata Nabi harta adalah bagaikan bangkai yang tidak ada artinya di mahkamah Ilaahi.
Semoga bermanfaat, mahon maaf bila ada kekurangan.
Wassalam
Hamdjah
Lambang keadilan berupa timbangan yang setimbang, ternyata hanyalah menjadi asesoris yang dipajangkan atas nama Tuhan Yang Maha Esa.
Akibat pemahaman keadilan yang tidak sama, maka terjadilah pembenaran terhadap kepincangan kehidupan sosial ekonomi bangsa, ada yang kekayaannya setiap detik bertambah, tapi ada juga penyapu jalan yang harus jatuh sakit dan mati karena kelaparan. Ironis memang, begitulah kenyataan dari isi kemerdekaan yang telah bangsa Indonesia capai selama puluhan tahun.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya adalah : Jikalau anak Adam diberikan kekayaan berupa emas seluas satu gunung maka dia akan meminta gunung emas yang kedua, dan begitu seterusnya jika diberikan dua gunung emas, maka dia akan meminta gunung emas yang ketiga dan seterusnya, dan baru berakhir apabila tanah telah menyumpal mulutnya (mati).
Teladan indah yang telah diberikan oleh Rasulullah dan para sahabatnya adalah koleksi kehidupan kaljasadil wahid yang harus ditiru oleh pemimpin bangsa ini, yaitu malu kepada Allah jika melihat pimpinannya berkecukupan sedangkan rakyatnya menderita, dimana Rasulullah belum bisa tidur apabila masih ada uang ditangan beliau yang belum dibagikan kepada fakir-miskin, dan menurut isteri Nabi yaitu 'Aisyah, bahwa dapur rasulullah kadang-kadang sampai tiga bulan tidak berasap, dan kami hanya makan kurma dan minum susu hasil pemberian para sahabat beliau.
Apakah ada Pemimpin Bangsa Indonesia dimasa yang akan datang yang mau membangun istana di Syurga dan bukan menimbun harta di dunia ini, karena kata Nabi harta adalah bagaikan bangkai yang tidak ada artinya di mahkamah Ilaahi.
Semoga bermanfaat, mahon maaf bila ada kekurangan.
Wassalam
Hamdjah
Selasa, 27 Mei 2008
(11) KEBANGKITAN ISLAM QURUN KEDUA
Dari catatan sejarah dapat kita baca dalam berbagai buku, bahwa setelah Muhammad Rasulullah meninggal dunia, khalifah yang berkuasa diantaranya Khalifah Umar, Khalifah Usman dan Ali terbunuh dengan sangat-sangat mengenaskan, ditusuk, dibacok dan sebagainya.
Rupanya para kaum munafiq itu ingin menghancurkan "Kehidupan Kaljasadilwahid" menjadi kembali seperti hidup mereka sebelum Islam datang, individu atau kelompok. Persaudaraan sesama manusia bagaikan satu tubuh, dimana kalau ada yang sakit, yang lain wajib merasakan sakitnya dan berusaha mengatasi rasa sakit itu bersama-sama dianggap tidak sesuai dengan selera kaum bangsawan pada saat itu.
Teladan Rasulullah bahwa jika menjadi Penguasa atau katakanlah pegawai negeri seperti sekarang ini adalah ladang untuk mengabdikan diri menurut Ajaran Allah dan bukan untuk mencari kekayaan, rupanya tidak lagi memenuhi selera masyarakat Arab pada saat itu. Khalifatullah masih tetap sama namanya, tapi praktek mereka sudah seperti Raja-Raja dari kerajaan Rum. Kekayaan negara melimpah ruah tapi hidup ummat mejadi sengsara.
Inilah potret kehancuran Islam yag sebenarnya, dimana penganutnya merasa masih dalam kehidupan Islam, tapi praktek mereka sudah sama dengan golongan lain yang non Muslim.
Abad demi abad berlalu, muncul mashab-mashab yang mengkleim diri paling benar, maka terjadilah golongan-golongan dalam Islam yang saling bermusuhan atau saling mengkafirkan dengan dalil-dalil mereka sendiri terhadap orang Islam lain yang bersebrangan.
Sabda Nabi : Ummatku akan terbelah menjadi 73 golongan, hanya ada satu golongan nanti yang akan tampil dan yang paling benar. Dengan serta merta semua golongan Islam menyatakan merekalah golongan yang satu itu dan merekalah yang paling benar.
Situasi dunia saat ini sudah sama posisinya seperti situasi abad ke 7, hanya keadaan sekarang lebih parah, semua penyakit sosial di zaman Nabi-nabi terdahulu telah berlaku sekarang ini.
Kebangkitan Islam qurun kedua tidak akan terjadi jika tidak ada manusia yang mau mengorbankan hidupnya dengan mengikuti langkah demi langkah Rasulullah secara prinsip, baik mengenai cara studinya, maupun pengabdian Beliau menurut Perintah Allah.
Untuk itu kita perlu melakukan napak tilas, mengikuti jejak cara studi Rasulullah yang diajarkan oleh Allah melalui Malaikat Jibril.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan,
Wassalam
Hamdjah
Rupanya para kaum munafiq itu ingin menghancurkan "Kehidupan Kaljasadilwahid" menjadi kembali seperti hidup mereka sebelum Islam datang, individu atau kelompok. Persaudaraan sesama manusia bagaikan satu tubuh, dimana kalau ada yang sakit, yang lain wajib merasakan sakitnya dan berusaha mengatasi rasa sakit itu bersama-sama dianggap tidak sesuai dengan selera kaum bangsawan pada saat itu.
Teladan Rasulullah bahwa jika menjadi Penguasa atau katakanlah pegawai negeri seperti sekarang ini adalah ladang untuk mengabdikan diri menurut Ajaran Allah dan bukan untuk mencari kekayaan, rupanya tidak lagi memenuhi selera masyarakat Arab pada saat itu. Khalifatullah masih tetap sama namanya, tapi praktek mereka sudah seperti Raja-Raja dari kerajaan Rum. Kekayaan negara melimpah ruah tapi hidup ummat mejadi sengsara.
Inilah potret kehancuran Islam yag sebenarnya, dimana penganutnya merasa masih dalam kehidupan Islam, tapi praktek mereka sudah sama dengan golongan lain yang non Muslim.
Abad demi abad berlalu, muncul mashab-mashab yang mengkleim diri paling benar, maka terjadilah golongan-golongan dalam Islam yang saling bermusuhan atau saling mengkafirkan dengan dalil-dalil mereka sendiri terhadap orang Islam lain yang bersebrangan.
Sabda Nabi : Ummatku akan terbelah menjadi 73 golongan, hanya ada satu golongan nanti yang akan tampil dan yang paling benar. Dengan serta merta semua golongan Islam menyatakan merekalah golongan yang satu itu dan merekalah yang paling benar.
Situasi dunia saat ini sudah sama posisinya seperti situasi abad ke 7, hanya keadaan sekarang lebih parah, semua penyakit sosial di zaman Nabi-nabi terdahulu telah berlaku sekarang ini.
Kebangkitan Islam qurun kedua tidak akan terjadi jika tidak ada manusia yang mau mengorbankan hidupnya dengan mengikuti langkah demi langkah Rasulullah secara prinsip, baik mengenai cara studinya, maupun pengabdian Beliau menurut Perintah Allah.
Untuk itu kita perlu melakukan napak tilas, mengikuti jejak cara studi Rasulullah yang diajarkan oleh Allah melalui Malaikat Jibril.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan,
Wassalam
Hamdjah
Rabu, 21 Mei 2008
(10) LATAR BELAKANG TURUNNYA AL-QUR'AN
Muhammad Rasulullah adalah Penguasa dua qurun, dimana dalam sabdanya beliau mengatakan : "Seindah-indah qurun adalah qurun-ku dan satu qurun lagi menjelang akhir zaman."
Sebelum Rasulullah diangkat dan berdakwah di abad 7, maka situasi dunia pada saat itu sudah berada dalam keadaan ditepi jurang neraka. Dua kekuatan besar saling berhadapan untuk menguasai dan merebut supermasi kekuasaan dunia antara Romawi Barat dengan Parsia Baru.
Romawi Barat memperjuangkan sistem hidup Individualisme yaitu liberalisme dimana setiap orang bebas mengatur dirinya sendiri, bebas melakukan apa saja untuk hidupnya, tetapi harus tunduk kepada kekuasaan tunggal yaitu Kerajaan yang berkuasa pada saat itu. Raja adalah undang-undang.
Apa kata Raja berlaku sebagai Undang-undang. Pandangan tentang sistem hidup Individualisme ini adalah hasil pengamatan manusia terhadap alam jagad raya, dilihatnya bahwa semua benda-benda angkasa beredar sendiri-sendiri, tidak ada tabrakan antara bulan dengan bumi atau matahari, maka disimpulkanlah bahwa hidup harus menurut hukum alam basar (macro atomisme). Namun semua yang bergerak itu harus tunduk pada matahari (sebagai panguasa tertinggi) Falsapah tentang Individualisme ini melahirkan satu sistem sosial, seseorang tidak perduli dengan orang lainnya dalam masyarakat.
Agama adalah hak individu seseorang, tidak perlu ada nasehat dari orang lain, mau shalat kek, mau mabuk kek itu hak saya ....katanya.
Lawan dari Romawi Barat adalah Persia Baru dengan pandangan hidup yang kebalikan dari Macro atomisme yaitu Micro atomisme, yaitu Kolektivisme. Falsafah tentang Kolektivisme ini adalah hasil pengamatan terhadap tubuh manusia (jasadiah), dimana disimpulkan bahwa untuk mengatur sistem hidup yang benar harus mencontoh tubuh manusia. Menurut pengamatan mereka, bahwa sekalipun tubuh manusia itu terdiri dari berbagai organ tubuh seperti tangan, kaki, mata, mulut hidung, kuping dan lain sebagainya, namun dalam kenyataannya semua organ tubuh itu tunduk pada organ yang menentukan yaitu otak sebagai pusat pemerintahan.
Berdasar pengamatan itulah sistem hidup harus ditegakkan, tidak ada demokrasi, semua harus menurut klas yang berkuasa. Agama tidak ada tempat dalam sistem hidup kolektivisme.
Dua kekuatan raksasa itu sudah siap saling menghancurkan, manusia sudah tidak mempunyai pegangan hidup yang pasti, Kitab Taurat dan Injil yang merupakan pegangan agama Yahudi dan Nashrani sudah banyak yang dirubah oleh manusia saat itu. Hukum Allah sudah tidak berlaku lagi karena manusia cenderung memutar balikkan hukum Allah, jika ada yang mencuri dikalangan rakyat jelata hukumnya sangat berat, tapi jika yang mencuri itu adalah kaum bangsawan maka dibebaskan.
Dua kekuasan raksasa itu sudah berhadapan untuk berperang membela kepentingan ekonomi mereka dengan sekutu-sekutunya.
Pada saat itulah Rasulullah dianggkat dan Al-Qur'an diturunkan sebagai obat untuk mengobati peradaban yang sedang sakit. Dan dengan tegas dalam surat Rum Allah berfirman, bahwa yang pertama sekali dalam perang itu Romawi akan kalah, kemudian Romawi akan menang, beberapa tahun kemudian Islam akan menang. Firman Allah itu terbukti dan akhirnya Muhammad Rasululah, seorang anak yatim piatu, dengan Al-Qur'an tampil memukau dunia dengan memenangkan sistem hidup Kaljadilwahid.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalam,
Hamdjah
Sebelum Rasulullah diangkat dan berdakwah di abad 7, maka situasi dunia pada saat itu sudah berada dalam keadaan ditepi jurang neraka. Dua kekuatan besar saling berhadapan untuk menguasai dan merebut supermasi kekuasaan dunia antara Romawi Barat dengan Parsia Baru.
Romawi Barat memperjuangkan sistem hidup Individualisme yaitu liberalisme dimana setiap orang bebas mengatur dirinya sendiri, bebas melakukan apa saja untuk hidupnya, tetapi harus tunduk kepada kekuasaan tunggal yaitu Kerajaan yang berkuasa pada saat itu. Raja adalah undang-undang.
Apa kata Raja berlaku sebagai Undang-undang. Pandangan tentang sistem hidup Individualisme ini adalah hasil pengamatan manusia terhadap alam jagad raya, dilihatnya bahwa semua benda-benda angkasa beredar sendiri-sendiri, tidak ada tabrakan antara bulan dengan bumi atau matahari, maka disimpulkanlah bahwa hidup harus menurut hukum alam basar (macro atomisme). Namun semua yang bergerak itu harus tunduk pada matahari (sebagai panguasa tertinggi) Falsapah tentang Individualisme ini melahirkan satu sistem sosial, seseorang tidak perduli dengan orang lainnya dalam masyarakat.
Agama adalah hak individu seseorang, tidak perlu ada nasehat dari orang lain, mau shalat kek, mau mabuk kek itu hak saya ....katanya.
Lawan dari Romawi Barat adalah Persia Baru dengan pandangan hidup yang kebalikan dari Macro atomisme yaitu Micro atomisme, yaitu Kolektivisme. Falsafah tentang Kolektivisme ini adalah hasil pengamatan terhadap tubuh manusia (jasadiah), dimana disimpulkan bahwa untuk mengatur sistem hidup yang benar harus mencontoh tubuh manusia. Menurut pengamatan mereka, bahwa sekalipun tubuh manusia itu terdiri dari berbagai organ tubuh seperti tangan, kaki, mata, mulut hidung, kuping dan lain sebagainya, namun dalam kenyataannya semua organ tubuh itu tunduk pada organ yang menentukan yaitu otak sebagai pusat pemerintahan.
Berdasar pengamatan itulah sistem hidup harus ditegakkan, tidak ada demokrasi, semua harus menurut klas yang berkuasa. Agama tidak ada tempat dalam sistem hidup kolektivisme.
Dua kekuatan raksasa itu sudah siap saling menghancurkan, manusia sudah tidak mempunyai pegangan hidup yang pasti, Kitab Taurat dan Injil yang merupakan pegangan agama Yahudi dan Nashrani sudah banyak yang dirubah oleh manusia saat itu. Hukum Allah sudah tidak berlaku lagi karena manusia cenderung memutar balikkan hukum Allah, jika ada yang mencuri dikalangan rakyat jelata hukumnya sangat berat, tapi jika yang mencuri itu adalah kaum bangsawan maka dibebaskan.
Dua kekuasan raksasa itu sudah berhadapan untuk berperang membela kepentingan ekonomi mereka dengan sekutu-sekutunya.
Pada saat itulah Rasulullah dianggkat dan Al-Qur'an diturunkan sebagai obat untuk mengobati peradaban yang sedang sakit. Dan dengan tegas dalam surat Rum Allah berfirman, bahwa yang pertama sekali dalam perang itu Romawi akan kalah, kemudian Romawi akan menang, beberapa tahun kemudian Islam akan menang. Firman Allah itu terbukti dan akhirnya Muhammad Rasululah, seorang anak yatim piatu, dengan Al-Qur'an tampil memukau dunia dengan memenangkan sistem hidup Kaljadilwahid.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalam,
Hamdjah
Rabu, 14 Mei 2008
(9) MISI PERJUANGAN RASULULLAH
Visi kebangkitan Nabi Muhammad adalah "Basyiiran wa Naziiraa" yaitu sesuai dengan firman Allah : "Kami tidak mengutus anda (Muhammad) kecuali untuk mengujudkan satu kegembiraan hidup di Dunia dan di Akhirat nanti serta memberi peringatan kepada manusia akan kehidupan laknatullah yang akan mengujudkan sengsara di Dunia dan azab di akhirat nanti"
Disini Visi Rasulullah bukan dibuat oleh Rasulullah sendiri akan tetapi diajarkan oleh Allah, sehingga sifatnya adalah objektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat subjektif.
Pertanyaan selanjutnya adalah : Apa Misi perjuangan Rasulullah?
Dalam Agama Islam di Indonesia, Misi perjuangan Ummat Islam adalah : Tauhid, Fiqih, Akhlaq dan Tasyauf. Dengan Misi tersebut ummat Islam terus bertahan dalam segala zaman, datang Belanda ke Indonesia, maka Agama Islam mengambil wilayah MORAL, sehingga Penjajah Balanda seenaknya menindas Rakyat Indonesia, Islam hanya sebagai sumber inspirasi.
Begitu juga ketika datang Jepang Islam terus bertahan sampai akhirnya kemerdekaan didapat, Agama Islam semakin jelas ruang lingkupnya yaitu masalah Kepercayaan/Keyakinan semata.
Berbeda dengan Agama Islam di Indonesia, maka Misi perjuangan Rasulullah untuk mengujudkan Dinul Islam secara sempurna telah diajarkan oleh Jibril mencakup 4 aspek kehidupan yaitu :
1. Pembangunan Iman dengan Ajaran Allah menurut Sunnah Rasul-Nya
2. Penataan Islam sebagai satu-satunya organisasi Mukmin/Muslim
3. Menetapkan Ihsan sebagai tujuan hidup Mukmin Muslim
4. Mengatur jalannya kehidupan dengan Sa'ah satu management.
Inilah makna dari pertanyaan Jibril kepada Rasulullah yaitu : Maa huwal Iman? Maa huwal Islam, Maa huwal Ihsan? dan Matas-Sa'ah?
Sudahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri apa itu Iman? Apa itu Islam? Apa itu Ihsan? dan Kapan datangnya Sa'ah? dan sudahkah kita memahami jawaban dari Rasulullah dan bukan membuat jawaban sendiri.
Misalnya jika anda bertanya kepada sahabat atau saudara anda : Apa artinya Islam? Dia akan menjawab Islam itu ialah menyerahkan seluruh hidup ini kepada Allah. Jawaban tersebut sekalipun mendekati kebenaran menurut logika tetapi sudah melenceng dari konsep Al-Qur'an menurut Sunnah Rasul-Nya. Jawaban dari Rasullah itulah yang harus menjadi jawaban kita, karena jawaban dari sahabat/saudara anda tersebut hanyalah permainan kata dan tidak mengikat dengan Syahadah, Shalat. Shaum, Zakat, Haj dan sebagainya.
Inilah perbedaan Misi Dinul Islam dengan Misi Agama Islam, perlu pengkajian ulang sehingga Dinul Islam bagaikan Laki-laki Perkasa yang selalu dapat menolong kaum sengsara, sedangkan Agama Islam hanyalah bagaikan Gadis pingitan yang mengahbiskan banyak uang tetapi tidak tepat sasaran.
Untuk abad ke 21 ini, problem yang akan dihadapi oleh ummat manusia ialah, sebentar lagi persediaan minyak bumi akan habis, apa jawaban Islam dalam persoalan ini...? Terima nasib..?
Dunia masih belum kiamat besar, tetapi dunia akan memasuki kiamat peradaban.
Teknologi akan memasuki puncaknya kemudian akan pudar dan terjadi revolusi sosial, mau kemana bangsa Indonesia khususnya ummat Islam?
Jawaban satu-satunya hanyalah Kembali kepada Ajaran Allah Al-Qur'an, suka atau tidak sukanya manusia, semua akan kembali bersimpuh dan mengatakan :Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya, dan bukan basa-basi.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalam,
Hamdjah
Disini Visi Rasulullah bukan dibuat oleh Rasulullah sendiri akan tetapi diajarkan oleh Allah, sehingga sifatnya adalah objektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat subjektif.
Pertanyaan selanjutnya adalah : Apa Misi perjuangan Rasulullah?
Dalam Agama Islam di Indonesia, Misi perjuangan Ummat Islam adalah : Tauhid, Fiqih, Akhlaq dan Tasyauf. Dengan Misi tersebut ummat Islam terus bertahan dalam segala zaman, datang Belanda ke Indonesia, maka Agama Islam mengambil wilayah MORAL, sehingga Penjajah Balanda seenaknya menindas Rakyat Indonesia, Islam hanya sebagai sumber inspirasi.
Begitu juga ketika datang Jepang Islam terus bertahan sampai akhirnya kemerdekaan didapat, Agama Islam semakin jelas ruang lingkupnya yaitu masalah Kepercayaan/Keyakinan semata.
Berbeda dengan Agama Islam di Indonesia, maka Misi perjuangan Rasulullah untuk mengujudkan Dinul Islam secara sempurna telah diajarkan oleh Jibril mencakup 4 aspek kehidupan yaitu :
1. Pembangunan Iman dengan Ajaran Allah menurut Sunnah Rasul-Nya
2. Penataan Islam sebagai satu-satunya organisasi Mukmin/Muslim
3. Menetapkan Ihsan sebagai tujuan hidup Mukmin Muslim
4. Mengatur jalannya kehidupan dengan Sa'ah satu management.
Inilah makna dari pertanyaan Jibril kepada Rasulullah yaitu : Maa huwal Iman? Maa huwal Islam, Maa huwal Ihsan? dan Matas-Sa'ah?
Sudahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri apa itu Iman? Apa itu Islam? Apa itu Ihsan? dan Kapan datangnya Sa'ah? dan sudahkah kita memahami jawaban dari Rasulullah dan bukan membuat jawaban sendiri.
Misalnya jika anda bertanya kepada sahabat atau saudara anda : Apa artinya Islam? Dia akan menjawab Islam itu ialah menyerahkan seluruh hidup ini kepada Allah. Jawaban tersebut sekalipun mendekati kebenaran menurut logika tetapi sudah melenceng dari konsep Al-Qur'an menurut Sunnah Rasul-Nya. Jawaban dari Rasullah itulah yang harus menjadi jawaban kita, karena jawaban dari sahabat/saudara anda tersebut hanyalah permainan kata dan tidak mengikat dengan Syahadah, Shalat. Shaum, Zakat, Haj dan sebagainya.
Inilah perbedaan Misi Dinul Islam dengan Misi Agama Islam, perlu pengkajian ulang sehingga Dinul Islam bagaikan Laki-laki Perkasa yang selalu dapat menolong kaum sengsara, sedangkan Agama Islam hanyalah bagaikan Gadis pingitan yang mengahbiskan banyak uang tetapi tidak tepat sasaran.
Untuk abad ke 21 ini, problem yang akan dihadapi oleh ummat manusia ialah, sebentar lagi persediaan minyak bumi akan habis, apa jawaban Islam dalam persoalan ini...? Terima nasib..?
Dunia masih belum kiamat besar, tetapi dunia akan memasuki kiamat peradaban.
Teknologi akan memasuki puncaknya kemudian akan pudar dan terjadi revolusi sosial, mau kemana bangsa Indonesia khususnya ummat Islam?
Jawaban satu-satunya hanyalah Kembali kepada Ajaran Allah Al-Qur'an, suka atau tidak sukanya manusia, semua akan kembali bersimpuh dan mengatakan :Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya, dan bukan basa-basi.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kekurangan.
Wassalam,
Hamdjah
Langganan:
Postingan (Atom)
